Ini Penjelasan Tentang Rapid Test, Siapa yang Dites dan Bagaimana Prosesnya?

ReferensiKesehatan.Com, Ini Penjelasan Tentang Rapid Test, Siapa yang Dites dan Bagaimana Prosesnya? – Seperti yang kita ketahui, Indonesia memilih opsi Rapid Test untuk mengetahui penyebaran pasien Covid-19 di Indonesia.

Pemerintah Indonesia bahkan sudah menyiapkan 125.000 alat tes yang baru didatangkan dari China. Presiden Jokowi minta rapid test digunakan dengan prioritas tenaga medis yang menangani pasien virus corona. Berikut ini kami sampaikan Penjelasan Tentang Rapid Test, mulai dari fungsinya dan cara test nya. Simak terus

Apa itu Rapid Test?

Rapid Test adalah metode uji cepat untuk melacak infeksi virus. Dengan Rapid Test ini orang yang terinfeksi dan potensi munculnya Covid-19 dapat di deteksi lebih dini.

Dengan adanya Rapid Test ini pasien dapat dengan cepat masuk ke fase karantina di fasilitas-fasilitas medis disiapkan Pemerintah.

Namun jika ditemui pasien tersebut gejalanya ringan bisa langsung dikarantina atau diisolasi di rumah.

Proses Rapid Test ini biasanya sampel para pasien diambil dari saluran pernapasan atas (swab), yakni cairan hidung dan tenggorokan.

Hasil Rapid Test ini biasanya bisa diketahui dengan cepat, hasilnya keluar dalam 1 atau 2 hari.

Penjelasan Tentang Rapid Test
Petugas Medis Menunjukkan Hasil Rapid Test Covid-19

Rapid test yang di uji coba memakai beberapa peralatan seperti jarum. Sampel darah diambil di ujung jari dengan jarum sekali pakai. Kemudian petugas memakai semacam pelat strip untuk identifikasi antigen dalam darah. Darah yang diambil dan diperlukan sebanyak 10 mikroliter. Darah tersebut diteteskan di pelat strip lalu dicampur 2 tetes larutan penyangga.

Rapid Test ini tujuannya menguji sistem imun, bukan tes lebih lanjut seperti Polymerase Chain Reaction (PCR).

Rapid test ini mendeteksi antibodi, karena zat antibodi lah yang menentukan seseorang terinfeksi virus corona atau tidak.

Referensi Hidup Sehat Lainnya
Pengobatan tradisional untuk kanker paru-paru

Siapa Saja yang Akan di Rapid Test?

Rapid Test ini diprioritaskan untuk orang-orang yang diduga punya gejala Covid-19. Jadi masyarakat yang tidak punya gejala belum bisa melakukan Rapid Test ini.

Orang yang berhak memeriksakan diri adalah

  1. Orang yang pernah kontak dengan orang yang memiliki riwayat bepergian ke daerah/negara terpapar dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
  2. Orang yang dengan risiko tinggi, yaitu orang yang punya riwayat pernah kontak dengan pasien terkonfirmasi Covid-19
  3. Orang Dalam Pemantauan (ODP)
  4. Petugas medis dan petugas yang melayani publik.

Pemerintah juga meminta agar warga yang sudah menjalani Rapid Test Covid-19 dan Negatif kena Covid-19 agar langsung mengisolasi diri secara mandiri selama 14 hari, karena orang dengan hasil rapid test negatif masih dianggap berpotensi terinfeksi virus corona dan menularkan virus kepada orang lain.

Jika selama masa isolasi orang tersebut mengalami kondisi yang memburuk, maka orang tersebut dirujuk ke rumah sakit dan menjalani pemeriksaan atau tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

Namun jika selama masa isolasi orang yang sudah menjalani Rapid Test itu kondisinya membaik maka orang itu diminta rapid test ulang pada hari ke-7 sampai hari ke-10 setelah rapid test pertama. Jika hasilnya positif Covid-19 orang tersebut akan menjalani pemeriksaan PCR, kalau negatif orang tersebut dinyatakan tidak terinfeksi Covid-19.

Nah, itulah Penjelasan Tentang Rapid Test semoga kita semua selamat dari bencana Virus Corona ini.

Salam Sehat Selalu

Check Also

Cara penanganan Virus Corona

Cara penanganan Virus Corona Yang Menyebar Secara Masif, Pengertian ODP, PDP dan Suspect atau Confirmed

ReferensiKesehatan.Com, Cara penanganan Virus Corona Yang Menyebar Secara Masif – Virus Corona menyebar ke berbagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *